Rabu, 01 Juli 2009

ALHAMDULILLAAH... BLOG SATRIA DAPAT AWARD...

Alhamdulillaah, tidak kusangka blog yang kudedikasikan untuk anakku Satria, 10 tahun, penyandang autisma nonverbal mendapat anugrah award Internet Sehat untuk kategori Family Blog. Agak surprise juga sich, lha wong blog ini sangat sederhana, yah, hanya curahan hati seorang ibu yang bertekad "membebaskan" anaknya dari autis.

Semoga di kemudian hari perhatian dari berbagai pihak yang berkompeten untuk penanganan dan pendidikan bagi penyandang spektrum autis akan lebih baik lagi; mengingat jumlah penyandang spektrum autis dari tahun ke tahun semakin meningkat.

Oh, ya, sebenarnya ada perkembangan yang cukup menggembirakan juga sich; dunia sudah menetapkan tanggal 2 April sebagai "World Autism Awareness Day"; semoga dapat mengingatkan berbagai pihak untuk lebih peduli pada masalah autisme.

Hari ini kembali kuperbaharui tekad, akan kekerahkan segala daya dan upaya untuk mendampingi anakku Satria "membebaskan" diri dari autisme. Semoga Allah SWT berkenan meridhai usaha kami dan semua pihak yang peduli autisme; Amin....

Rabu, 13 Mei 2009

RANGKUL PILU TEBAR KASIH REGUK BAHAGIA (AYO MENYUMBANG UNTUK KAUM DHUAFA -AUTIS!)

Rangkul pilu tebar kasih reguk bahagia... yah slogan itu tak sengaja kami temukan ketika membaca tulisan di sebuah majalah yang kami pinjam dari teman. Slogan itu milik sebuah yayasan nirlaba yang mengurusi pendidikan autis untuk kaum dhuafa yaitu Yayasan Cahaya Keluarga Kita (YCKK) atau dengan nama beken Rumah Autis.

Keluarga kami juga dititipi anak autis nonverbal yang kini berusia 10 tahun. Walaupun kami berdua adalah PNS yang mempunyai penghasilan tetap setiap bulan tetapi bagi kami biaya terapi dan suplemen untuk Satria anak kami tetap terasa berat sehingga kami tidak dapat mencukupi jumlah jam terapi minimal agar intervensi yang kami lakukan pada anak kami dapat lebih optimal hasilnya. Yah, selama ini kami hanya mampu membayar 20 jam terapi untuk satu minggu dari 40 jam terapi minimal yang disarankan; itupun sudah membuat kami "jatuh bangun" setiap bulannya (he-he... kayak lagu dangdut aja!). Alhamdulillah sampai saat ini walaupun dengan susah payah kami dapat memenuhi kewajiban kami menjaga amanah Allah SWT yang dititipkan kepada kami.

Autisme memang masih menjadi momok dalam dunia kedokteran hingga saat ini karena baik obat maupun pencegahannya belum dapat ditemukan, bahkan yang lebih membuat miris lagi adalah jumlah penderita autis semakin meningkat dari tahun ke tahun dan itu tentu menimpa semua kalangan baik yang berkecukupan maupun yang tidak berpunya. Masih beruntung jika anak autis itu lahir dari keluarga berkecukupan karena walaupun tetap terasa berat tentu orangtua anak tersebut masih bisa mengupayakan penyembuhannya. Sedangkan bagi yang tidak berpunya jangankan untuk biaya terapi bahkan kebutuhan dasar pun mereka sudah susah payah memenuhinya.

Berangkat dari itu kami menghimbau semua pihak yang kebetulan mempunyai rezeki lebih kiranya dapat memberikan donasi untuk pendidikan dan penanganan anak-anak autis dari keluarga yang kurang beruntung. Donasi ini dapat disampaikan kepada YCKK atau Rumah Autis yang Insya Allah amanah dengan nomor rekening dapat dilihat di sini.

Sebenarnya kami sangat tertarik dengan salah satu rancangan program dari YCKK yaitu Desa Autis. Yah, bagaimanapun juga kami orangtua anak autis pada waktunya nanti akan sampai juga pada ujung usia dimana kami tidak dapat lagi mendampingi anak tersebut. Harapan kami tentu jika saat itu tiba anak kami telah dapat mandiri; tetapi tetap ada kekhawatiran jika ternyata upaya intervensi walaupun sejak dini telah kami lakukan tidak dapat mencapai hasil yang kami harapkan. Walaupun Desa Autis kelak telah berdiri namun ternyata letaknya jauh sekali dari tempat tinggal kami. Semoga suatu saat kelak di Surabaya dan sekitarnya akan berdiri pula sebuah lembaga seperti rancangan Desa Autis tersebut...

Jumat, 03 April 2009

NEVER, NEVER, NEVER GIVE UP!

Hari ini aku terima Majalah Intisari edisi April 2009; terus di rubrik inspirasi yang ditulis oleh Life Inspirator Johannes Ariffin Wijaya, menceritakan pidato bersejarah Sir Winston Churchill, Perdana Menteri Inggris saat Perang Dunia II, yang melambungkan ungkapan yang menjadi judul postingan ini.

Aku seringkali putus asa jika tiba-tiba anakku Satria menunjukkan perilaku yang kadang tidak dapat dimengerti (baca : diterima) orang lain; misalnya ngomong bahasa planet, ketawa sendiri, mengepak-kepakkan tangan (flapping), tantrum. Apalagi jika emosiku lagi tidak stabil (baca : sensi), wuih... bisa-bisa seharian aku jadi sendu macam orang patah hati. Hmmm... lebih-lebih kalau pas kejadian kantong dan dompetku lagi tipis... yah... berasa... banget... deh sedihnya!!! (he-he... ini sih bisa-bisanya aku saja cari-cari alasan ya...)

Alhamdulillah seiring berjalannya waktu kejadian seperti di atas semakin jarang terjadi; hanya bila komunikasi kami macet karena aku tidak mengerti apa yang dimaksud Satria; dia jadi frustrasi; tapi sekarang itupun tidak menjadikan dia tantrum, malah dia lari ke tempat tidur terus nangis sambil tutup mukanya dengan bantal. Kadangpun Satria suka curi-curi kesempatan makan atau minum sesuatu yang dilarang bagi dia; sehingga perilaku autisnya muncul lagi.

Meskipun sepertinya perkembangan Satria sangat lambat namun aku tetap bersyukur karena jika dibandingkan dengan dulu bagiku dia sudah berkembang luar biasa. Satria bisa menulis, 'membaca', berhitung, berempati, marah dengan wajar, sedih, bergurau dengan wajar, gembira dengan wajar, tertawa dengan wajar...

Dulu waktu Satria masih diterapi di rumah dan aku belum pernah mendampingi Satria mengikuti kegiatan sekolah kadang aku tidak dapat menguasai diri dan merasa sangat sedih; ah ternyata aku tidak sendiri bahkan ada anak lain yang lebih parah dari Satria... yah, memang lebih baik tidak bersembunyi dalam rumah siput... di luar dunia lebih indah....NEVER, NEVER, NEVER GIVE UP!!!

Dan ijinkanlah aku bermimpi Ya Allah, suatu hari nanti kalau aku pulang kantor Satria berlari menyambutku dan memanggilku Mama..... seperti waktu dia kecil dulu. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa berkenan mewujudkan mimpiku itu. Amin....

Senin, 16 Februari 2009

Duh, bahagianya saya...

Perkembangan sekecil apapun, yang terjadi pada Satria, selalu membuat saya bahagia dan bersyukur kepada Allah SWT. Beberapa hari yang lalu Satria membuat sambal sendiri; mungkin melihat saya kelelahan dan mengantuk dia tidak berani ganggu saya. Karena lapar akhirnya Satria membuat telur dadar dan sambal sendiri. Walaupun akhirnya saya terbangun akibat suara gaduh yang dibuatnya waktu masak, dan hasil karyanya belum sempurna dan membuat kotor dapur; tetap saja hal itu membuat saya hampir menangis... ternyata diam-diam Satria memperhatikan juga yah...

Lebih bahagia lagi, sekarang Satria sudah bisa terbata-bata memanggil ma-ma... walaupun belum bisa keras dan lantang.
Terima kasih Ya Allah atas karuniaMu yang tak terhingga ini!

 

© Free blogger template 3 columns